Source picture: pixabay.com

 

Bisnis tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Biasanya, pebisnis akan menambahkan produk atau layanan baru ke bisnis mereka, menjelajahi pasar baru, dan ingin menangani sekelompok pelanggan yang berbeda.

Semua perkembangan ini mengharuskan perusahaan untuk menemukan taktik rebranding.

Mereka perlu memproyeksikan merek mereka dalam sesuatu yang baru.

Namun, mengubah merek bisnis Anda harus dilakukan dengan hati-hati, dengan pertimbangan untuk beberapa hal mendasar.

Rebranding bisnis biasanya berhubungan dengan mengubah citra merek perusahaan atau organisasi.

Nah, ada beberapa aturan yang harus dipertimbangkan jika ingin melakukan rebranding.

Di simak, ya!

 

 

Pastikan Alasannya

Sebagai pemilik bisnis, Anda mungkin memiliki alasan sendiri mengapa Anda ingin mengubah citra bisnis itu sendiri.

Namun, sangat penting untuk mengetahui apa tujuan dan alasan Anda dalam melaksanakan rebranding.

Mengetahui tujuan Anda dengan baik akan membuat Anda lebih fokus, sehingga tidak akan mengganggu bisnis ke depannya.

Ada beberapa alasan kenapa perusahaan melakukan rebranding, seperti:

  • Ingin memiliki identitas baru
  • Adanya manajemen atau kepemimpinan baru
  • Hasil Analisa pasar
  • Ada pembenahan di dalam perusahaan 
  • Memiliki reputasi yang kurang baik di mata masyarakat

 

Identifikasi

Sebelum memutuskan untuk rebranding, ada baiknya untuk Anda mengidentifikasi perubahan yang diharapkan.

Untuk melalui tahap ini ada baiknya perusahaan melakukan riset terlebih dahulu.

Anda bisa membicarakan ini kepada pegawai, pelanggan, dan juga mitra bisnis.

Nah, pendapat dari mereka bisa menjadi pertimbangan Anda dalam mengidentifikasi positioning, value proposition dan pesan merek di tahap selanjutnya.

 

Seberapa Besar Rebranding

Setelah itu tentukan seberapa besar rebranding yang Anda butuhkan.

Pertama, apakah Anda hanya membutuhkan perubahan sederhana, seperti pada logo atau nama brand.

Kedua, apakah Anda membutuhkan perubahan besar secara menyeluruh.

Kedua jenis rebranding ini memang memiliki tujuan yang berbeda.

Nah, jadi sebelum Anda memutuskan besarnya rebranding, Anda perlu mengidentifikasi apa yang dibutuhkan dalam bisnis.

 

Biaya Rebranding

Biaya menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan dalam bisnis.

Mempertimbangkan biaya rebranding secara totalitas sebelum pelaksanaannya bisa menjadi pilihan yang baik, sehingga biaya tidak akan melebihi perkiraan anggaran Anda.

Anda harus mempertimbangkan biaya yang ada saat membuat banyak item yang baru.

Misalnya, Anda mungkin diminta untuk membuat ulang desain katalog yang ada, poster, banner, termasuk juga mengganti semua iklan yang sudah tayang.

 

Pastikan Audiens Anda

Sebelum melakukan rebranding, penting untuk mengetahui kepada siapa Anda melakukan rebranding.

Apakah audiens target Anda tidak merespons? Apakah Anda tahu kenapa? Apakah

Anda ingin memiliki audiens baru?

Rebranding dapat menarik mata yang berbeda untuk produk Anda, tetapi jika pekerjaan Anda sendiri tidak memuaskan, maka Anda tidak akan mendapatkan hasil yang Anda inginkan.

Pastikan produk yang Anda jual 100% siap sebelum Anda melakukan rebranding, ya.

 

Peluncuran Rebranding

Nah, dengan begitu banyaknya cara seputar rebranding, Anda harus benar-benar mengetahui dan menekankan pada bagaimana merek baru akan mengubah persepsi klien Anda tentang perusahaan Anda.

Selain itu, Anda harus mengatasi kekhawatiran pelanggan Anda bahwa dengan perkembangan baru ini Anda akan meninggalkan apa yang mereka kagumi tentang perusahaan Anda.

 

Itulah beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan sebelum Anda melakukan rebranding.

Ini adalah waktu yang tepat bagi Anda bagaimana citra merek bisnis Anda bagi dunia.

Namun, jangan terburu-buru melakukan rebranding, karena hal tersebut perlu pemikiran yang matang, lho.