Soure picture: pixabay.com

 

Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, kemampuan untuk membuat proposal bisnis memang menjadi hal yang patut diperhatikan.

Proposal bisnis sangat penting untuk Anda yang ingin menarik minat para investor atau klien.

Nah, proposal ini bisa sebagai penentu perjalanan bisnis Anda kedepannya, lho.

Untuk menarik klien atau investor, Anda harus mengajukan proposal yang akan menjelaskan bagaimana perusahaan Anda akan berjalan nantinya.

Di dalamnya pun terdapat sebuah prediksi pendapatan dan pengeluaran yang harus diperhatikan.

Menulis proposal pun tidak sembarangan.

Ini dia tips – tips yang bisa membantu Anda untuk membuat proposal bisnis.

 

Pelajari Permintaan

Menulis proposal dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang persyaratan klien atau investor.

Bacalah RFP (request for proposal) secara menyeluruh.

Setelah itu, cocokanlah keinginan mereka dengan perusahaan Anda.

Periksa juga apakah ada sumber daya, budget, dan waktu untuk melanjutkan proyek ini.

Anda harus benar-benar mengetahui bagaimana bisnis ini akan berjalan kedepannya dengan klien atau investor.

 

Memahami Klien

Kalau Anda belum bisa memahami masalah klien, bagaimana Anda bisa mengusulkan proposal bisnis.

Maka dari itu, pahamilah dulu apa yang diinginkan oleh klien tersebut.

Cara terbaik untuk memahami apa yang benar-benar dibutuhkan klien adalah berbicara dengan mereka.

Temukan jika ada upaya sebelumnya yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diuraikan dalam RFP dan mengapa solusi sebelumnya itu tidak berfungsi.

Tanyakan apa yang mereka sukai dan tidak suka tentang berurusan dengan konsultan seperti Anda dan kriteria apa yang akan mereka gunakan untuk mengevaluasi proposal Anda.

Anda juga perlu mengetahui beberapa informasi umum tentang organisasi dan industri di dalamnya.

Ajukanlah pertanyaan seperti: Sudah berapa lama perusahaan ini berbisnis? Siapa pengambil keputusan utama mereka? Apa produk atau layanan utama mereka?

 

Tentukan Metode

Setelah sasaran klien Anda di identifikasi secara jelas, waktunya untuk mengembangkan langkah-langkah atau metodologi, yang diperlukan.

Lakukanlah brainstorming terlebih dahulu untuk mendapatkan metode yang cocok.

Selain itu, jangan lupa untuk memastikan bahwa metodologi Anda praktis, analisis biaya dan manfaatnya, serta waktu dan sumber daya yang diperlukan.

 

Ungguli Kompetitor

Jangan lupa bahwa proposal adalah dokumen penjualan, yang dirancang untuk membujuk klien untuk menyewa perusahaan Anda, bukan pesaing.

Jadi pastikan proposal Anda memperkuat kekuatan perusahaan Anda.

Sebutkanlah apa saja kelebihan dari perusahaan Anda.

Jika beruntung, klien bisa saja membocorkan siapa competitor Anda.

Dengan begitu, akan lebih memudahkan Anda untuk mencari apa kelebihan Anda dan kelemahan dari competitor.

 

Buat Proposal

Setelah mendapatkan apa saja yang dibutuhkan untuk isi proposal, mulailah untuk membuatnya.

Tambahkan visual seperti grafik atau foto untuk membuat proposal lebih berwarna dan menarik.

Tulislah proposal sesuai dengan format yang diminta oleh klien.

Ada beberapa poin yang bisa Anda masukkan kedalam proposal, seperti:

  • Latar belakang
  • Tujuan
  • Metodologi
  • Waktu dan biaya
  • Keuntungan

 

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebelum membuat proposal.

Nah, proposal menjadi salah satu hal yang krusial jika Anda ingin menarik perhatian investor atau klien.

Maka dari itu, jangan sembarangan dalam membuat proposal, ya!

Selamat mencoba!

 

Mau info tentang dunia branding dan bisnis setiap hari ?
YUK SUBSCRIBE GRATIS !!

* indicates required